Ikang Fawzi & Marissa haque Duta LP3I di Langsa, Aceh Timur, Maret 2011

Ikang Fawzi & Marissa haque Duta LP3I di Langsa, Aceh Timur, Maret 2011
Ikang Fawzi & Marissa haque Duta LP3I di Langsa, Aceh Timur, Maret 2011

LP3I Langsa, aceh Timur, Kampung halaman Bapak Dr. Syahrial (Owner LP3I)

LP3I Langsa, aceh Timur, Kampung halaman Bapak Dr. Syahrial (Owner LP3I)
Marissa Haque & Ikang Fawzi: Promo LP3I Langsa, Aceh Timur, Maret 2011

Asmaul Husna, Islam, Aceh, Ikang Fawzi, Marissa Haque, LP3I

Asmaul Husna, Islam, Aceh, Ikang Fawzi, Marissa Haque, LP3I
Asmaul Husna, Islam, Aceh, Ikang Fawzi, Marissa Haque, LP3I

Duta LP3I Marissa Haque & Branch Manager LP3I Langsa, Aceh Timur, Bapak Zulkifli

Duta LP3I Marissa Haque & Branch Manager LP3I Langsa, Aceh Timur, Bapak Zulkifli
Duta LP3I Marissa Haque & Branch Manager LP3I Langsa, Aceh Timur, Bapak Zulkifli

Pendaftaran LP3I Tahun Ajaran 2010-2011

Telah dibuka Pendaftaran siswa baru tahun Ajaran 2010-2011 Semua Jurusan LP3I Business College Cabang Langsa. Informasi Pendaftaran Silakan Datang Langsung Ke LP3I Cabang Langsa JLN.ISKANDAR SANI NO. 10-11. KAMPUNG MEUTIA KOTA LANGSA. TELP. 0641 22312, SMS 081269246490 atau Melalui Pendaftaran Online KLIK DISINI
Tampilkan postingan dengan label Shahnaz haque. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Shahnaz haque. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 April 2011

Hari Cut Nyak Dhien Tak Pernah Ada: Marissa Haque dalam Shahnaz Haque

Shahnaz Haque: Mengapa tidak Ada Hari Cut Nyak Dhien?

Hari Cut Nyak Dhien Tak Pernah Ada: Marissa Haque dalam Shahnaz Haque
Kami Berenam Insya Allah Kompak

BANDA ACEH – Artis dan presenter ibukota, Shahnaz Haque mengaku jatuh hati dan mengidolakan pahlawan nasional perempuan asal Aceh Cut Nyak Dhien sejak kecil. Ketika masih duduk di bangku Sekolah Dasar, ia bertanya pada guru di sekolahnya, kenapa Indonesia tidak memperingati Hari Cut Nyak Dhien? Shahnaz kecil kritis bertanya mengapa Indonesia hanya punya Hari Kartini.
“Apa karena selama ini presidennya orang Jawa? Kalau presidennya orang Aceh mungkin ada Hari Cut Nyak Dhien. Itu pertanyaan saya waktu umur 10 tahun,” kata istri Gilang Ramadhan itu, usai bertindak menjadi moderator talkshow “Tetap Sehat dengan Diabetes Mellitus” yang diselenggarakan oleh Prodia, di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Sabtu (8/11).

Adik dari Marissa Haque dan Soraya Haque ini mengetahui banyak tentang Cut Nyak Dhien lewat ibunya. Mieke, sang ibu suka membacakan buku-buku pahlawan sebagai pengganti dongengan fiksi. “Hebat engga tuh ibu saya. Dia ceritakan tentang Dewi Sartika, Kartini, Cut Nyak Dhien, Christina Martha Tiahahu, sebelum tidur. Di antara semua pahlawan wanita itu, saya paling jatuh hati sama Cut Nyak Dhien,” sebut wanita kelahiran Jakarta, 1 September 1972 ini.

Bagi Shahnaz yang energik sejak kecil, cenderung memilih perjuangan seperti Cut Nyak Dhien yang menurutnya trengginas. Ia kagum Cut Nyak Dhien sebagai perempuan punya multitalenta, lebih banyak berbuat daripada menulis-nulis saja. “Begini nih pikiran aku dari kecil, kayaknya jika aku jadi pahlawan aku pasti pengen yang kayak Cut Nyak Dhien,” kenangnya.

“Hingga sekarang Indonesia belum menjadikan Hari Cut Nyak Dhien diperingati secara nasional. Indonesia baru punya Hari Kartini, padahal Cut Nyak Dhien kan inspiratif sekali,” tuturnya bersemangat dan mendukung adanya peringatan Hari Cut Nyak Dhien secara nasional.

Menurutnya untuk lebih maju, perempuan Aceh hanya perlu diberikan banyak kesempatan. “Kita punya Cut Nyak Dhien bukan? Seratus tahun Cut Nyak Dhien baru saja diperingati. Malulah sama almarhumah Cut Nyak Dhien dan Laksamana Malahayati kalau perempuan Aceh tidak maju,” gugahnya.

Di masa sekarang ia juga mengagumi sosok Eli Risman, ahli parenting asal Aceh. “Saya melihat bagaimana ibu Eli Risman yang sangat Aceh itu maju aktif dan inspiratif sekali. Buat saya tidak ada alasan perempuan Aceh tidak maju. Karena dari nenek moyangnya perempuan-perempuan Aceh punya energi lebih banyak, lebih kuat dan tabah daripada perempuan lain,” simpul penyuka ayam tangkap, kuliner khas Aceh ini.

Kedatangan pemilik nama lengkap Shahnaz Natasya Haque kali ini, sudah lebih dari 25 kali ke Aceh. Dibalut busana muslimah hijau dipadu kerudung, ia tampil cerdas dan memikat memandu kegiatan yang diikuti ratusan peserta talkshow Kendali Diabetes Cegah Komplikasi bersama Prodia tersebut. “Waktu tsunami saya menjadi relawan bersama Imam Prasodjo dengan Nurani Dunia sampai satu bulan. Saya sudah mengelilingi Aceh, termasuk ketempat-tempat terpencil,” ujar lulusan Fakultas Tehnik Sipil UI 1996 itu.

Ditanya tentang adanya piagam Women Charter di Aceh sebagai event pertama di dunia, ia merasa memang sudah waktunya perempuan-perempuan diberikan penghargaan, apalagi perempuan di Aceh. “Perempuan mesti mendapatkan pendidikan yang jauh lebih baik, mendapat kesempatan meningkatkan potensi secara optimal supaya dapat melakukan banyak hal,” papar bungsu dari pasangan Allen dan Mieke ini.

Ibu tiga anak, Prustin Aisha, Charlotte Fatima, dan Mieke Namira ini ingin membentuk anaknya menjadi pribadi mandiri. Ia suka membawa anaknya mengenal alam dan menumbuhkan pribadi petualang. “Saya lebih suka mengajak anak-anak saya main ke alam daripada ke mall. Ke pantai, sungai, main dengan sapi atau kerbau. Saya ingin anak-anak saya punya pribadi adventurer, yang berani mengambil resiko. Punya kecerdasan emosional yang baik, dan temannya banyak,” pungkasnya. (ami)

(1) Sumber: http://syukriy.wordpress.com/2008/11/11/shahnaz-haque-mengapa-tidak-ada-hari-cut-nyak-dhien/

(2) Serambi Indonesia, 09/11/2008., aceh, cut nyak dien

Kompas Cyber Media: Aceh Dikunjungi Marissa Haque Istri Ikang Fawzi

Marissa Haque Akan Tampil Dalam Seminar Kebudayaan NAD

(1) Sumber: http://www.marissahaque-dulu-pdip.net/berita/seminar.php
(2) Sumber: Kompas Cyber Media, Jakarta

Haque Sisters, Marissa and Soraya, Shahnaz Bintang film Hj Marissa Haque dipastikan akan hadir sebagai nara sumber dalam seminar kebudayaan Aceh yang diselenggarakan panitia Hari Pers Nasional (HPN) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bekerja sama dengan Kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Jumat (2/4).

Kepastian tampilnya isteri Ikang Fawzy itu disampaikan Ketua Panitia HPN Provinsi NAD Saidulkarnain Ishak di Banda Aceh, Rabu. Menurut dia, kedatangan bintang film itu tepat waktu karena pemerintah daerah Provinsi NAD telah mencanangkan 2004 sebagai tahun budaya masyarakat daerah itu.

"Seyogianya seminar ini dilaksanakan hari Kamis, 1 April 2004, namun karena suatu lain hal maka ditunda menjadi hari Jumat. Kami berpikir, penundaan ini ada hikmahnya. Yang kita harapkan sukses dan kegiatan ini membawa manfaat dalam upaya mengembalikan nilai-nilai budaya masyarakat Aceh," katanya.

Pelaksana tugas Dinas Kebudayaan Provinsi NAD Drs H A Madjid AR menyambut baik seminar yang diprakarsai panitia HPN PWI NAD. Seminar ini merupakan sumbangsih pemikiran wartawan anggota PWI Provinsi NAD dalam upaya mengangkat potensi budaya bernuansa Islami masyarakat daerah "Serambi Makkah" tersebut.

"Kami menyambut positif kegiatan ini, apalagi panitia menghadirkan bintang film Marissa Haque. Seminar kebudayaan ini sejalan dengan pencanangan tahun 2004 sebagai tahun budaya masyarakat Aceh oleh Gubernur H Abdullah Puteh," katanya didampingi Kasubdin Bina Program Dinas Kebudayaan H Maulisman Hanafiah.

Saidulkarnain menjelaskan, Marissa Haque akan menjadi nara sumber dan dia diharapkan dapat memberi kontribusi pemikiran tentang bagaimana pandangan orang luar terhadap kebudayaan Aceh dalam seminar yang diikuti sekitar 200 tersebut.

Marissa Haque diharapkan dapat memberi kontribusi pemikiran akurat tentang bagaimana pandangan orang luar daerah Provinsi NAD terhadap budaya masyarakat Aceh. Ini penting untuk memberi motivasi bagi masyarakat provinsi ujung paling barat di Indonesia itu, tambahnya.

Dia mengatakan, selain nara sumber Marissa Haque, panitia juga menampilkan pemakalah dari kampus Darussalam, yakni pakar sejarah Prof Dr M Isa Sulaiman dan pakar hukum adat Aceh Drs HA Hamid Sarong SH MH yang juga dekan Fakultas Syariah IAIN Ar-Raniry.

"Melalui seminar ini diharapkan dapat mengangkat kembali nilai-nilai budaya masyarakat Aceh yang dalam beberapa dasawarsa terakhir terlihat memudar. Misalnya, perilaku disiplin dalam kehidupan dan berkata jujur dan benar," katanya.

Adat dan kebiasaan masyarakat tempo dulu yang sejalan dengan ajaran Islam seyogianya perlu digali dan diimplementasikan dalam kehidupan, sehingga pemberlakuan syariat Islam di daerah ini berjalan seiring dengan kesadaran yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat.

Nilai-nilai budaya masyarakat yang relevan dan tidak bertentangan ajaran Islam perlu dikembalikan agar kehidupan masyarakat daerah ini lebih terlihat nuansa Islami penuh trendi dengan gaya modern religi.

"Kami berharap, kegiatan yang berhasrat mengembalikan nilai-nilai budaya masyarakat Aceh ini dapat menggugah semua pihak untuk mengimplementasikan budaya bernuansa Islami. Panitia juga berupaya membantu pemerintah daerah di bidang budaya," demikian Saidulkarnain Ishak.(Ant/jy)

Sumber: Kompas Cyber Media, Jakarta

Duta LP3I Hj.Marissa Haque & Undangan LP3I Langsa, Aceh Timur Kampung Halaman Dr. Syahrial

Duta LP3I Hj.Marissa Haque & Undangan LP3I Langsa, Aceh Timur Kampung Halaman Dr. Syahrial
Duta LP3I 2010-2011, Hj. Marissa Haque & Ikang Fawzi: Promo LP3I Langsa, Aceh Timur, Maret 2011

Entri Populer