Ikang Fawzi & Marissa haque Duta LP3I di Langsa, Aceh Timur, Maret 2011

Ikang Fawzi & Marissa haque Duta LP3I di Langsa, Aceh Timur, Maret 2011
Ikang Fawzi & Marissa haque Duta LP3I di Langsa, Aceh Timur, Maret 2011

LP3I Langsa, aceh Timur, Kampung halaman Bapak Dr. Syahrial (Owner LP3I)

LP3I Langsa, aceh Timur, Kampung halaman Bapak Dr. Syahrial (Owner LP3I)
Marissa Haque & Ikang Fawzi: Promo LP3I Langsa, Aceh Timur, Maret 2011

Asmaul Husna, Islam, Aceh, Ikang Fawzi, Marissa Haque, LP3I

Asmaul Husna, Islam, Aceh, Ikang Fawzi, Marissa Haque, LP3I
Asmaul Husna, Islam, Aceh, Ikang Fawzi, Marissa Haque, LP3I

Duta LP3I Marissa Haque & Branch Manager LP3I Langsa, Aceh Timur, Bapak Zulkifli

Duta LP3I Marissa Haque & Branch Manager LP3I Langsa, Aceh Timur, Bapak Zulkifli
Duta LP3I Marissa Haque & Branch Manager LP3I Langsa, Aceh Timur, Bapak Zulkifli

Pendaftaran LP3I Tahun Ajaran 2010-2011

Telah dibuka Pendaftaran siswa baru tahun Ajaran 2010-2011 Semua Jurusan LP3I Business College Cabang Langsa. Informasi Pendaftaran Silakan Datang Langsung Ke LP3I Cabang Langsa JLN.ISKANDAR SANI NO. 10-11. KAMPUNG MEUTIA KOTA LANGSA. TELP. 0641 22312, SMS 081269246490 atau Melalui Pendaftaran Online KLIK DISINI
Tampilkan postingan dengan label Obbie Mesakh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Obbie Mesakh. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 April 2011

Penyanyi-penyanyi Lawas Masih Pukau Penggemar: Acara Mbak Vonny Lidya Edi dalam Marissa Haque & Ikang Fawzi

Para penyanyi lagu-lagu lawas seperti Obbie Mesakh, Christine Panjaitan, Dian Pishesa dan, Achmad Albar menyapa pengemarnya dalam konser bertajuk “Tembang Album Kenangan” yang digelar di Kota Banda Aceh, Sabtu (20/2) malam. Konser tembang kenangan itu dibuka dengan lagu berjudul Love milik D`Mercy yang dinyanyikan Helmi Yahya selaku pembawa acara.

Tembang tempo dulu itu seakan menghipnotis penikmatnya yang juga ikut bernyanyi saat sang penyanyi mendendangkan lagu yang melejitkan nama mereka pada era 80-an. Seperti tembang berjudul Katakan Sejujurnya yang dinyanyikan dengan apik oleh Christine Panjaitan. Lagu yang diciptakan musisi Rinto Harahap sekitar 1986 itu menghanyutkan pendengarnya.

Begitu juga dengan lagu Kisah Kasih di Sekolah yang didendangkan Obbie Mesakh, membawa penggemarnya kembali ke masa-masa sekolah. Dian Pishesa juga tidak ketinggalan dengan lagu andalannya berjudul Tak Ingin Sendiri atau lebih dikenal dengan judul Aku Masih Seperti yang Dulu.

Dan, suasana semakin meriah saat roker gaek Achmad Albar memanjakan ratusan pemirsa dengan lagu lawas Sudahlan Aku Pergi ciptaan Yongki Suwarno. Vokalis grup band God Bless itu juga menyanyikan Syair Kehidupan dan Dunia Panggung Sandiwara. Hentakan musik bertempo cepat yang mengiringi lagu Kehidupan kian meriahkan suasana.

Voni Waluyo dari Nostalgia Fan`s Club mengatakan, sudah sejak lama ingin menggelar Tembang Lagu Kenangan di Aceh. Namun, baru kali ini berhasil mengabulkan keinginan tersebut. Untuk pertama kalinya, acara itu digelar di Aceh. “Saya sangat bahagia dan terharu akhirnya bisa menggelar Tembang Lagu Kenangan di Banda Aceh, yang juga tanah kelahiran saya. Saya harap ke depan acara yang sama bisa kembali di gelar di Aceh,” kata Voni.

Para penyanyi lawas itu menghibur penggemarnya hingga hampir selama tiga jam. Di sela-sela tembang, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf beserta istri, Darwati A. Gani menerima penghargaan dari panitia acara. Pada acara yang diselenggarakan di Hermes Palace Hotel itu juga turut dihadiri sejumlah pejabat teras di Aceh.

sumber : liputan 6

Marissa Haque & Ikang Fawzi: Ketika Alam Tak Ingin Menyakiti 'Rumah Allah'

Subhanallah! Masjid di Pesisir Mentawai Tak Tersentuh Tsunami

Sumber : Wahw33d Blog

Subhanallah..!!!. Ada Masjid Di Pinggir Pantai Tak Tersentuh Tsunami Di Mentawai - Pagi itu, sekitar pukul 10.00 WIB, langit Sikakap tampak mendung. Di luar rumah tanah tampak lanyah. Pepohonan dan rerumputan masih basah setelah diguyur hujan deras sepanjang malam. Sebentar lagi, sepertinya hujan deras bakal turun. Ya, membasuh duka Bumi Sikerei.

Di luar rumah, bau mayat menyengat. Aroma tak sedap menebar ditiup angin. Memang, hingga Jumat (29/10), mayat masih bergelimpangan di pinggir jalan. Pikiran saya langsung terbayang ratusan warga Pagai Selatan yang bertahan di perbukitan, dalam kondisi hujan badai. Selain menahan lapar, dinginnya malam, mereka harus melawan penyakit yang kini menyerang.

Ternyata benar. Hujan deras mengguyur Sikakap. Tak hanya hujan, tapi juga badai. Di posko utama, para jurnalis dan relawan telah berkumpul. Seperti biasa, setiap pagi kami siap-siap menyisir desa terpencil yang belum terjamah bantuan. Pagi itu, tim relawan dan jurnalis hendak menuju Dusun Pasa Puat di Pagai Utara. Dusun itu, semua rumah hancur. Mujur, tidak ada korban jiwa.

http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos2/masjid-tua.jpg&h=235&w=355&zc=1

..."Kami dalam masjid ada sekitar 50 orang, sedangkan warga yang lain telah menyelamatkan diri ke perbukitan yang berjarak satu kilometer dari masjid. Melihat masjid tidak kena sama sekali, kami merasa heran. Setelah itu kami sadar ini adalah kehendak Tuhan,...

Perjalanan menggunakan kapal kayu atau long boat. Kapal itu mampu memuat 12 orang dan sedikit logistik untuk pengungsi. Berapa menit berlayar, gelombang dua meter menghadang. Pelayaran pun dihentikan. Setelah menunggu sekitar satu jam, boat yang dinakhodai Dayat itu dilanjutkan selama dua jam pelayaran. Sepanjang perjalanan, boat nyaris karam karena dipenuhi air. Kami sampai di tujuan sekitar pukul 17.00 WIB.

Dari pantai, Dusun Pasa Puat sunyi senyap. Sedikit pun tidak terlihat tanda-tanda seperti sebuah kampung. Permukiman penduduk rata dengan tanah. Tak satu pun rumah warga yang berdiri. Semua tiarap. Hanya ada satu bangunan berdiri kokoh menghadap pantai. Ya, sebuah masjid. Garin masjid itu juga selamat. Zulfikar namanya.


Hari beranjak senja. Hujan belum juga reda. Zulfikar tampak bersiap menunaikan Shalat Maghrib. Dalam obrolannya, pria berusia 40 tahun itu mengaku telah tingal di dusun itu sejak kecil. Sama dengan usia masjid itu yang berdiri sekitar tahun 1960 silam. "Ini masjid tertua di dusun kami. Bentuk masjid itu sudah tidak asli lagi, karena terus diperbaiki," ujar Zulfikar.


Zulfikar menceritakan, masjid ini sama sekali tidak tersentuh tsunami pada malam itu. Padahal, lokasinya tidak jauh dari pantai. Sedangkan rumah-rumah warga di sekitar masjid, rata dengan tanah. Masjid inilah yang menjadi tempat perlindungan masyarakat saat gelombang besar datang.


Seperti mukjizat, air laut hanya sampai di teras masjid. Di luar masjid, Zulfikar melihat dengan mata kepala sendiri gelombang tsunami mencapai delapan meter. "Kami dalam masjid ada sekitar 50 orang, sedangkan warga yang lain telah menyelamatkan diri ke perbukitan yang berjarak satu kilometer dari masjid. Melihat masjid tidak kena sama sekali, kami merasa heran. Setelah itu kami sadar ini adalah kehendak Tuhan," jelas pria berjenggot itu.


Zulfikar dan 50 warga lainnya tidak henti-henti mengucap kebesaran Allah. Di luar masjid, tsunami terus menerjang sebanyak tiga gelombang. Tiada yang menduga, tsunami menghindar dari masjid. "Sepertinya, di masjid air terbelah, sehingga lantai masjid pun tidak basah sama sekali," kenangnya. ( voa-islam.com )


source:

Show Musik di Aceh oleh Mbak Vonny Lidia Edi: dalam Marissa Haque & Ikang Fawzi

Sejumlah Artis "Tempo Dulu" Hibur Aceh

Entertaiment | February 18, 2010 at 22:53

Mbak Vonny Lidia Edi adalah Ibu Bhayangkari yang sangat gesit sebagi seorang EO, Kami sering terundang ke aceh dan Medan bersamanya. Mbak Vonny adalah alumni LP3I di Kota Banda Aceh. Jadi selain bersahabat, kami juga bersaudara LP3I. Semoga mbak Vonny selalu maju dan sejahtera adanya.

Doa kami,
Ikang Fawzi & Marissa Haque

(ANTARA News) – Sejumlah artis papan atas yang pernah populer pada tahun 80-an akan menghibur para fans setia mereka di Kota .

“Beberapa artis ` ` seperti Ahmad Albar, Obbie Mesakh, Dian Pisesa dan Christine Panjaitan akan menghibur penggemarnya di ,” kata panitia konser, Ayi Sarjev di , Kamis.

Koser bertajuk “Tembang Kenangan” itu akan digelar di Hermes Palace Hotel pada Sabtu, 20 Februari mendatang dan Panitia hanya menyediakan 300 tiket masuk sehingga tempat sangat terbatas.

Menurut Ayi, konser tersebut menjadi ajang silaturrahmi untuk mempertemukan kembali para artis legendaris dan penggemarnya yang ada di tanah rencong.

Selain itu juga untuk memberi hiburan kepada masyarakat yang telah merasakan perdamaian setelah konflik dan setelah bangkit kembali dari musibah tsunami 2004.

Namun bagi fans yang tidak mendapatkan tiket bisa menyaksikan langsung penampilan artis-artis legendaris itu di TVRI.

Pada konser itu, rocker “gaek” Ahmad Albar akan membawa lagu nostalgia seperti pangung sandiwara dan bis kota.

Sementara Obbie Mesakh juga bakal menyapa penggemarnya dengan single-nya yang sempat melejit yaitu kisah kasih di sekolah.

Bukan hanya artisnya yang terkenal, konser juga akan dipandu presenter kawakan, Helmi Yahya.

Selain diisi artis ibukota yang terkenal di jamannya, konser tersebut juga akan dimeriahkan sejumlah seniman lokal Moriza Taher sang pianis dan penampilan Rapa`i Geleng.

(D016/R009)

Source: AntaraNews.com – Hiburan

Duta LP3I Hj.Marissa Haque & Undangan LP3I Langsa, Aceh Timur Kampung Halaman Dr. Syahrial

Duta LP3I Hj.Marissa Haque & Undangan LP3I Langsa, Aceh Timur Kampung Halaman Dr. Syahrial
Duta LP3I 2010-2011, Hj. Marissa Haque & Ikang Fawzi: Promo LP3I Langsa, Aceh Timur, Maret 2011

Entri Populer